“Dunia yang lengang”

Sebuah usaha agar orang-orang lebih banyak bicara dengan mata, pemerintah membuat aturan ketat :
Setiap orang hanya berhak memakai seratus tiga puluh kata perhari, pas.
Jika telefon berdering, aku meletakkan gagangnya di telingaku tanpa menyebut “halo”.
Di restoran aku menggunakan jari telunjuk memesan mi atau coto makassar.
Aku secermat mungkin melatih diri patuh aturan dan berhemat.
Tengah malam, aku telefon nomor kekasihku di Jakarta, dengan bangga aku bilang padanya : aku menggunakan delapan puluh sembilan kata hari ini. Sisanya ku simpan untukmu.
Jika ia tak menjawab, aku tahu, pasti ia telah menghabiskan semua jatahnya, maka aku pelan-pelan berbisik ; aku mencintaimu sebanyak lima belas kali.
Setelah itu, kami hanya duduk membiarkan gagang telefon di telinga kami dan saling mendengar dengus nafas masing-masing.

by. M. Aan Mansyur

~tha